Breaking News
You are here: Home / Religious / Puasa Membentuk Karakter Mulia

Puasa Membentuk Karakter Mulia

PONTIANAK, THAMRINUSMAN.com – Rektor Universitas Tanjungpura (UNTAN), Prof. Dr. H. Thamrin Usman, DEA berkesempatan memberikan Tausiyah Ramadhan di Masjid Raya Mujahidin. Tausiyah dilaksanakan pada hari Ahad (11 Ramadhan 1436 H/28 Juni 2015) ba’da sholat Isya berjamaah sebelum sholat Tarawih. Dalam tausiyah tersebut, Prof. Thamrin membawakan materi terkait nilai-nilai Ramadhan pembentuk karakter.

Ramadhan hadir sebagai bulan pendidikan (syahrul tarbiyyah). Pendidikan yang tidak hanya memiliki makna pelatihan saja, tetapi lebih dari itu, memiliki makna proses pembiasaan dan pembudayaan dalam rangka tumbuhnya karakter-karakter positif dan akhlak mulia (akhlakul karimah). Bulan ramadhan menjadi momentum yang sangat tepat bagi orang-orang beriman untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai spritualitasnya. Allah menjanjikan pahala yang tak terhingga dan memberikan peluang untuk menghapuskan dosa-dosa manusia di bulan penuh barokah ini.

Mari kita mengkaji apa yang Allah firmankan dalam surah Al Baqarah ayat 183, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa”. Bila ditilik lebih dalam kandungan ayat tersebut, sesungguhnya Allah SWT memiliki tujuan tersendiri. Allah ingin mengubah, mentransformasi, mempromosikan derajat manusia ke satu keadaan ke keadaan lain yang lebih baik melalui ibadah puasa dan amaliah-amaliah Ramadhan. Satu keadaan awal, yakni: manusia beriman menuju ke keadaan lain yang lebih tinggi, derajat manusia bertaqwa.

Orang yang dipanggil oleh Allah SWT untuk berpuasa bersifat sangat selektif, yaitu: orang-orang beriman. Lantas sudahkah kita masuk dalam golongan orang orang beriman yang diseru oleh Allah? Dalam surah Al Anfal ayat 2-4, Allah SWT berfirman yang artinya: (2) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama ALLAH gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (3) (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (4) Itulah orang orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia”. Firman Allah tersebut menjelaskan kriteria/ciri ciri orang yang beriman. Orang-orang yang memenuhi syarat untuk diubah dan dinaikkan kemuliaannya melalui proses ibadah puasa ramadhan untuk menjadi orang yang bertaqwa.

IMG_4005

Inilah grand design/skenario Allah untuk memuliakan hambaNya. Puasa Ramadhan bukanlah suatu pekerjaan atau ibadah sia-sia, suatu pekerjaan yang membebani manusia. Ibadah puasa Ramadhan merupakan bukti bahwa Allah itu Rahman dan Rahim, Allah Yang Maha Mulia dan memuliakan. Oleh karena itu, hal yang paling penting dalam menjalani ibadah wajib puasa ramadhan ini adalah kita tahu apa yang diinginkan oleh Allah. Kita tahu kenapa kita berpuasa, kita tahu tujuan berpuasa. Hal ini menghindari diri kita dari pekerjaan atau ibadah yang sia-sia. Allah wajibkan kita berpuasa Ramadhan sebagai suatu cara, agar kita menjadi orang yang lebih mulia, yaitu: menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Puasa juga menjadi sarana efektif penanaman sekaligus pengaplikasian nilai-nilai pendidikan Islam. Hal ini berkaitan pula dengan pembentukan karakter umat Islam. Beberapa nilai-nilai karakter yang dilatih selama Ramadhan, diantaranya: (1) Puasa mengajarkan kita menegakkan nilai-nilai kejujuran. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. (2) Puasa mengajari kita untuk berusaha mampu untuk menahan dan mengendalikan diri. (3) Puasa melatih dan mengasah perilaku disiplin dan manajemen waktu aktivitas kita. Makna disiplin diajarkan melalui aturan waktu sahur dan waktu berbuka yang harus dijalankan orang-orang yang berpuasa. (4) Puasa mengajari kita untuk memiliki kepekaan (sense of responsibility) dan tanggung jawab sosial. Salah satu hikmah puasa adalah penanaman solidaritas sosial dengan anjuran berbuat baik sebanyak-banyaknya, terutama dalam bentuk tindakan menolong beban kaum fakir miskin.

Oleh karena itu, melalui momentum Ramadhan ini, marilah kita bersama berupaya menjadikan diri kita sebagai orang yang beriman, dengan demikian puasa Ramadhan yang kita jalani ini insya Allah akan mampu mempromosikan diri sebagai orang yang bertaqwa. Puasa akan menjadikan kita sebagai manusia mulia di dunia dan akhirat. Aamiin Allahumma Aamiin.

Written and Photos by: Ridho Brilliantoro

About admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Scroll To Top